NNB Indonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 14 hingga 16 Desember 2025. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat.
Pada 14 Desember 2025, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Sabu Raijua, Rote Ndao, Belu, serta Pulau Sumba.
Sementara itu, pada 15 Desember 2025, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, dan Pulau Sumba.
Pada 16 Desember 2025, wilayah terdampak meluas mencakup Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Rote Ndao, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, serta Pulau Sumba.
BMKG menyampaikan bahwa tidak terdapat wilayah yang berpotensi angin kencang secara khusus selama periode 14–16 Desember 2025. Bibit Siklon Tropis 93S, yang sebelumnya terpantau di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat, saat ini bergerak menjauh ke arah barat daya hingga barat dan tidak lagi berpengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di NTT.
Namun demikian, aktifnya gelombang ekuatorial Kelvin dan Gelombang Atmosfer Low di wilayah NTT masih mendukung terbentuknya hujan sedang hingga lebat yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, serta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi INFO BMKG.


