NNB Indonesia – Kelompok Hamas merilis sebuah memorandum yang berisi sembilan tuntutan utama kepada mediator internasional, pihak penjamin perjanjian, organisasi internasional, serta negara-negara sekutu terkait situasi konflik di Jalur Gaza.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam dokumen tersebut, Hamas menekankan perlunya langkah-langkah internasional yang segera, konkret, dan efektif untuk menghentikan berbagai pelanggaran yang terus terjadi. Hamas menilai peran komunitas internasional sangat menentukan dalam memastikan keberlangsungan perjanjian dan perlindungan warga sipil.

Adapun sembilan tuntutan yang disampaikan Hamas adalah sebagai berikut:

Pertama, Hamas mendesak adanya langkah internasional yang mendesak dan efektif untuk memaksa Israel segera dan sepenuhnya menghentikan seluruh pelanggaran yang terjadi.

Kedua, Hamas menuntut penyelesaian seluruh persyaratan fase pertama perjanjian serta segera memasuki fase kedua, termasuk penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Ketiga, Hamas meminta agar Israel dipaksa mematuhi garis penarikan pasukan yang telah disepakati dan membatalkan pemberlakuan pengendalian tembakan di wilayah tambahan seluas 34 kilometer persegi.

Keempat, Hamas menuntut pembentukan mekanisme pemantauan lapangan internasional yang netral untuk mengawasi pelaksanaan perjanjian serta distribusi bantuan kemanusiaan.

Kelima, Hamas meminta jaminan masuknya sedikitnya 600 truk bantuan setiap hari, termasuk 50 truk bahan bakar, yang berada di bawah pengawasan internasional secara langsung.

Keenam, Hamas menuntut agar Perserikatan Bangsa-Bangsa beserta seluruh badan di bawahnya dapat beroperasi tanpa pembatasan di wilayah Gaza.

Ketujuh, Hamas mendesak tekanan internasional kepada Israel agar segera membuka penyeberangan Rafah untuk lalu lintas dua arah.

Kedelapan, Hamas menekankan pentingnya masuknya bahan bakar, pasokan medis, peralatan penting, karavan, tenda, serta bahan bangunan guna mendukung rehabilitasi infrastruktur yang rusak.

Kesembilan, Hamas meminta tekanan kepada Israel untuk mengungkapkan nasib para tahanan dan orang hilang, membebaskan perempuan dan anak-anak, serta menyerahkan jenazah yang masih ditahan.

Hamas menyatakan bahwa pemenuhan tuntutan tersebut menjadi prasyarat penting bagi stabilitas kawasan serta keberlanjutan upaya kemanusiaan dan politik di Jalur Gaza.